Ratusan Ternak Itik Diserang Flu Burung di Baranti, Dinas Peternakan Kemana ?

oleh -3.023 views

SIDRAP, KATAINFO.com — Puluhan masyarakat peternak itik di sejumlah wilayah di Kecamatan Baranti, Sidrap dirisaukan dengan munculnya penyakit mematikan ratusan ternaknya.

Sejumlah paternak itik yang ditemui secara terpisah di Kecamatan Baranti, Selasa (14/4/2020) mengatakan, serangan penyakit mematikan bagi ratusan ternaknya itu, sebelumnya tidak pernah dikontrol petugas di daerah ini.

“Kami tidak tahu harus melapor kemana, sementara petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sidrap tidak pernah turun mengontrol kondisi yang dihadapi masyarakat,”ujar peternak di Baranti.

Menurut Yadi, peternak itik asal Desa Tonrongnge, Kecamatan Baranti, gejala awal penyakit yang menyerang ternak mereka yaitu, matanya buta dan berwarna biru yang selanjutnya berputar-putar dan lanhsung mati.

“Sudah ada ratusan ternak kami yang mati sejak se minggu terakhir ini, dan kami tidak tahu harus bagaimana lagi pak,”keluh Laupe di Tangkoli dan Lasennang di Desa Sipodeceng, Baranti.

Sementara itu, Kadis Peternakan dan Perikanan Provinsi Sulsel, Azis Zainuddin yang di Konfirmasi melalui ponselnya sesaat lalu mengatakan, penyakit yang menyerang ratusan ternak itik di Kecamatan Baranti, merupakan jenis penyakit Flu burung (H5N1).

Menurutnya, pihaknya sudah menghubungi petugas peternakan Sidrap untuk segera turun ke lapangan untuk membantu masyarakat peternak guna mengantisipasi kerugian akibat tingkat kematian ternaknya.

Terpisah, H Zulkifli Zain yang kerap disapa H Pilli yang dikonfirmasi melalui ponselnya sesaat lalu membenarkan adanya kematian ratusan ternak itik yang dialami masyarakat peternak di wilayah Kecamatan Baranti.

“Hal ini saya ketahui setelah sejumlah peternak datang ke rumah dan memceritakan masalah yang dialaminya dan meminta bantuan cairan disinfektan untuk disemprotkan dikandangnya. Masalah ini saya sudah laporkan ke Disnakkan provinsi,” kata anggota DPRD provinsi Sulsel dari fraksi partai Golkar. (Diah)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *