Majelis Adat Tidak Akui Andi Faisal Sapada Jadi Addituang Sidenreng, Ini Alasannya

oleh -939 views

SIDRAP, KATAINFO.com — Pengangkatan Andi Faisal Sapada sebagai Addatuang Sidenreng XXV, Senin kemarin (13/1/2020) yang beredar di media online dan media sosial, jadi polemik ditengah masyarakat dan dipertanyakan kebenaramnya oleh Majelis Adat Kedatuan Sidenreng.

“Apa dasar penobatannya, siapa yang menobatkan putra mantan Bupati Sidrap pertama,”tegas Andi Firdaus Daeng Sirua, Sekretaris Majelis Addatuang Sidenreng, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, sebagai institusi tertinggi, Majelis Adat Kedatuan Sidenreng sejak awal sudah menduga akan terjadi manuver oleh pihak yang tidak memiliki hubungan dan kewenangan dalam proses pengangkatan Addatuang Sidenreng.

Dijelaskannya, Kamis lalu (8/1/2020), tepatnya di Saoraja Amparita, berlangsung pertemuan rumpun keluarga Addatuang Sidenreng yang membahas penetapan jadwal penobatan Addatuang Sidenreng XXII, YM. Andi Syahrir Pawiccangi, SH, Arung Malolo Sidenreng.

Pada pertemuan tersebut, kata Andi Firdaus, turut dihadiri Ketua Majelis To Manurung Sulsel, Andi Pamadeng Rukka Mappanyompa, dan menyampaikan harapannya pada rumpun keluarga untuk mendukung dan menghormati penobatan Addatuang Sidenreng XXII yang akan dilaksanakan di Saoraja Massepe.

Tentunya himbauan YM Andi Pamadeng Rukka Mappanyompa, sambung Andi Firdaus, disambut positif, tapi karena Andi Syahrir Pawiccangi tidak bersedia dan memilih mengundurkan diri, dan kemudian terjadi pengangkatan Andi Faisal Sapada sebagai Addatuang Sidenreng.

Ditegaskannya, pengangkatan Andi Faisal sebagai Addatuang Sidenreng, tentu persoalannya sudah lain, sebab kewenangan pengangkatan Addatuang Sidenreng kembali kepada Majelis Ad at Kedatuan Sidenreng, khususnya kepada Matoa Arua Kedatuan Sidenreng.

“Mangkatnya Addatuang Sidenreng XXIV, PYM. Drs. H. Andi Patiroi Pawiccangi dan pengunduran diri Andi Syahrir Pawiccangi, SH sebagai Arung Malolo, tidak dapat dijadikan dasar bagi siapapun untuk diangkat sebagai Addatuang Sidenreng tanpa melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh tradisi dan kelembagaan Adat Kedatuan Sidenreng,”katanya.

Menurutnya, regulasi tersebut dibentuk pada tahun 2013 berdasarkan Akta Notaris No. 8 pada 10 Januari 2013, tiga hari setelah diterbitkan SK Bupati Sidrap No. 45 Tahun 2013, Tentang Pengesahan Pengurus Majelis Adat Addatuang Sidenreng, ditetapkan pada tanggal 7 Januari 2013.

Untuk itu, kata Andi Firdaus, apabila terdapat pengangkatan Addatuang Sidenreng di luar mekanisme tradisi yang telah ditetapkan, maka keabsahannya patut dipertanyakan.

“Sebab itu, sebaiknya menahan diri dan tidak menimbulkan polemik di publik” kata Andi Firdaus.

Sementara itu, Andi Pawiccangi Iskandar selaku kerabat dekat almarhum Addatuang Sidenreng XXIV membenarkan terjadinya pengangkatan diluar mekanisme tanpa memperhitungkan tradisi dan keberadaan Matoa Arua sebagai perangkat adat yang memiliki kewenangan dalam memproses pengangkatan Addatuang Sidenreng.

Menurutnya, publik juga dapat menilai tindakan yang tidak sesuai dengan tradisi, tentu akan mencoreng marwah Kedatuan Sidenreng, terlebih terhadap YM. Andi Roidah, MSi, yang telah diangkat dan ditetapkan sebagai Addatuang Siddenreng secara sah oleh Majelis Adat Kedatuan Sidenreng yang tentunya keberadaan Addatuang Sidenreng merupakan simbol keagungan bersama bagi segenap rumpun kerabat Kedatuan Sidenreng dimanapun berada.

Ia menjelaskan, semua dokumen sehubungan pengangkatan Addatuang Sidenreng XXV oleh MatoA Arua terhadap YM. Ir. Andi Roidah Patiroi, MSi. telah diserahkan langsung oleh YM. Ir. Andi Roidah Patiroi, MSi kepada Bupati Sidrap, H Dollah Mando di Rujab Bupati pada tanggal 19 Desember 2019, didampingi suaminya, PYM. Drs. Andi Bau Sawerigading Addatuang Sawitto XXIV beserta sejumlah sesepuh adat Kedatuang Sidenreng.

“Yang jadi pertanyaan, mengenai kehadiran Asisten Pemerintahan dan Kesra Sidrap, Andi Faisal Burhanuddin, yang mewakili Pemkab Sidrap, apakah terkait dengan pengangkatan Andi Faisal Sapada sebagai Addatuang Sidenreng XXV,”kata Andi Pawiccangi dengan nada tanya.

Dalam dokumen tersebut, terdapat silsilah PYM. Ir. Andi Roidah Patiroi, MSi. sebagai rujukan utama terhadap pewaris Addatuang Sidenreng dan SK Majelis Adat Kedatuan Sidenreng No: 02/MAKS/ XII/2019, Tentang Formasi dan Personil Majelis Adat Kedatuan Sidenreng, yang ditetapkan sejak 20 Desember 2019, sehingga secara keorganisasian, kedudukan Addatuang Sidenreng sebagai Ketua Majelis Adat Kedatuan Sidenreng berikut segenap perangkat adatnya dianggap sudah bersifat final.

Sehingga dengan demikian, apabila terdapat pihak yang namanya tidak tercantum dalam Surat Keputusan dimaksud, maka secara keorganisasian tidak memiliki kewenangan memperoses pengangkatan Addatuang Sidenreng.

Untuk itu, Majelis Adat Kedatuan Sidenreng di bawah kepemimpinan YM. Ir. Andi Roidah Patiroi, M.Si, tetap bekerja sebagaimana mestinya dan tidak terpengaruh atas pengangkatan Andi Faisal sebagai Addatuang Sidenreng.
(Diah)
.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *