Kapolda : Kalau DPO Ali Kalora Cs Tidak Menyerahkan Diri, Akan Ditindak Tegas  

oleh -20 views
Poso, Katainfo.com — Ali Kalora Cs yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur (MTI), kini terus menjadi buruan personel gabungan TNI-Polri yang  masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Hal itu disampaikan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso yang memberikan motivasi kepada para personel gabungan selaku penanggung jawab operasi Tinombala 2020 saat menemui anggota TNI dari Yonif 502 yang tergabung dalam operasi itu.
Acara yang digelar di aula Markas Batalyon Infantri (Yonif) 714 Sintuwu Maroon, Kapolda yang didampingi Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf didaulan untuk memberikan arahan, Selasa kemarin (30/12/2020).
Mengawali arahannya, Kapolda Abdul Rakhman Baso mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada personil Yonif 502 Para Raider yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personil Yonif 502 Para Raider yang hadr dan tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala, sebagai bentuk perwakilan Negara,”kata Irejen Abdul Rakhman.
Dijelaskannya, kita datang karena merah putih dan untuk kokohnya NKRI, hidup ini pilihan, memilih menjadi TNI dan Polri merupakan pilihan hidup, TNI dengan Sapta Marga dan Sumpah prajurit, Polri dengan Tri Brata dan Catur Prasetya, Jelas Rakhman Baso.
Ditegaskannya, sinergitas TNI Polri harus selalu terjalin dan menjadi contoh kokohnya NKRI, bersama-sama masih belum sempurna, apalagi sendiri, sinergitas dapat dilakukan dengan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi terangnya.
“Indikator pasukan professional adalah, dilandasi dengan undang undang, mempunyai skill yang terlatih dan proporsional,”ujar mantan Wadan Korbrimob Polri itu.
Ia mengatakan, tugas dalam pelaksanaan operasi Tinombala 2020, sasaran utamanya adalah melakukan pengejaran terhadap 11 DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora,
Pada DPO tersebut, sambung Kapolda, kita sudah himbau mereka untuk menyerahkan diri dan menjalani proses sesuai hukum, akan tetapi bila tidak segera menyerahkan diri, dengan terpaksa kami akan berikan tindakan tegas dan terukur apabila kita temui dilapangan.
Yang menjadi tugas berikutnya adalah, lanjut Irjen Abdul Rakhman, memutus supporting perbekalan atau logistik dari kelompok simpatisan dan meminimalisir atau menghilangkan doktrin dengan paham radikalsime di masyarakat Poso.
“Tidak kalah pentingnya, kita harus menghilangakan stigma negatif “Todak Aman” di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso, sehingga investor merasa tidak ragu dan tertarik untuk menanamkan modal dan membangun Sulteng,”pesan Kapolda,
Usai memberikan arahan kepada Para Raider Yonif 502, Kapolda Sulteng memberikan bantuan untuk Yonif 714 Sintuwu Maroso Poso berupa tiga unit mesin pemotong rumput, tiga unit sepeda MTB untuk patrol penjagaan dan 1 unit TV 50 Inch. (Mat)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *