Direktur RS Arnum Rappang Jamin Tidak Ada Potensi Penularan Masyarakat Sekitar

oleh -1.440 views

SIDRAP, KATAINFO.com — Perkembangan yang terjadi dimasyarakat, ikut dicermati dengan baik Direktur RS Arifin Nu’mang (Arnum) Rappang Sidrap, dr Budi Santoso terkait mewabahnya virus corona (Covid 19).

Termasuk beredarnya rumor akibat munculnya kecemasan masyarakat di sekitar RS Arnum Rappang akan adanya potensi penularan Covid-19 setelah pihaknya merawat sedikitnya 10 orang pasien positif Covid-19.

Demikian disampaikan dr Budi Santoso dihadapan sejumlah media di daerah ini yang dilaksanakan diruang kerja Sekda Sidrap, Sabtu (11/4/2020) yang memastikan tidak adanya potensi penularan bagi masyarakat disekitar RS Arnum Rappang.

“Hal ini harus saya tegaskan.Saya. Soalnya saya mendengar desas-desus bahwa masyarakat sekitaran RS Arnum Rappang itu mulai kuatir. Lewat kesempatan ini, saya ingin memastikan semua itu tidak akan terjadi dikarenakan sistem penanganan, baik tiu PDP maupun pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19, jelas dr Budi.

Menurutnya, semua yang kami lakukan sudah sesuaip prosedur tetap (Protap) dan protokol kesehatan dari pemerintah, sehingga kami menggaransi tidak akan ada penularan dan pasti aman.

Dijelaskannya, penularan Covid-19 itu, hanya bisa terjadi melalui dua cara. Pertama, bisa menular secara langsung misalnya, kontak dengan pasien positif dan kedua, bisa juga secara tidak langsung misalnya melalui perantaraan droplet dari mereka yang sudah terpapar virus Covid-19

“Artinya, kedua potensi penularan itu, tidak mungkin terjadi dari RS Arnum Rappang yang konon dapat menularkan masyarakat di sekitaran rumah sakit. Itu mustahil terjadi,” kata dr Budi.

Bukan cuma itu, menurutnya, selama ini, pihak RS Arnum Rappang dalam menangani pasien, baik PDP, terlebih yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, semua ditangani dengan cara telaten.

“Saya kasi gambaran. 10 orang pasien positif Covid-19 yang sementara kami rawat di RS Arnum itu, semuanya terisolasi dengan sangat ketat,” kata dr Budi Santoso.

Begitu ketatnya, kata dr Budi, tidak satupun orang diluar dokter dan perawat yang dapat masuk ke dalam ruang isolasi 10 pasien postif Covid-19 itu.

“Semua dijaga dengan ketat, malahan bukan hanya orang yang diawasi, tetapi sampai pada makanan, pakaian semuanya dijaga dengan sangat ketat,” terang dr Budi.

Menurutnya lagi, RS Arnum tersebut, merupakan salah satu rumah sakit penyangga pelayanan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

RS Arnum Rappang itu, paparnya, juga telah memiliki IPAL berstandar, sehingga seluruh limbah rumah sakit, terlebih alat habis pakai yang telah digunakan merawat pasien Covid-19 dipisahkan dan dimusnahkan di tempat khusus. (Diah)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *