Bermaksud Melerai Pertikaian Anaknya, Ibu Ini Terkena Sabetan Parang

oleh -104 views

SIDRAP, KATAINFO.com — Selisih paham yang terjadi antara dua kakak beradik, membuat ibu kandungnya menjadi korban akibat terkena sabetan parang.

Kasus tersebut terjadi di Desa Lainungan Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Selasa pagi (5/5/2020) sekira pukul 07.30 Wita, sehingga membuat korban Isiampi (65) dilarikan ke Rumah Sakit (RS) akibat luka yang dialaminya.

Kapolsek Watang Pulu, IPTU Zakaria yang dikonfirmasi melalui ponselnya sesaat lalu mengatakan, membenarkan adanya kejadian tersebut yang berawal dari pertengakaran mulut.

Menurutnya, sekira pukul 06.30 Wita, Lapere (68) memerintahkan anaknya Basir (45) untuk memindahkan rumahnya dari lokasi sekitar kejadian, namun perintah ayah kandungnya tidak dihiraukan dan langsung pergi ke kebun.

Tak lama kemudian, tutur Kapolsek, tersangka Basir kembali dari kebunnya dan mendapati rumahnya sedang dibongkar oleh bapaknya sendiri, sehingga terjadi pertengkaran mulut Angara ayah dan anak.

Mendengar ada keributan, lanjut Kapolsek, Nurdin alias Odong (47) langsung keluar dari rumah dan marah-marah sambil mengambil kayu untuk memukul tersangka yang menduga melawan orang tuanya.

Dijelaskannya, pada saat Nurdin yang tak lain kakak tersangka bermaksud memukul Basir, tersangka mencabut parang panjang yang terselip dipinggangnya dengan maksud menakut-nakuti kakaknya.

Disaat Basir menghunus parangnya, kata Kapolsek Zakaria, tiba-tiba muncul Isiampa yang bermaksud melerai pertengkaran kedua anaknya itu, namun parang yang diayunkan, mengenai ibunya.

Akibat dari kejadian itu, korban Isiampi dilarikan ke Puskemas Lawawoi, namun karena lukanya cukup parahdi bagian pelipis hingga ke telinga, akhirnya dirujuk ke RS Nemal, Pangkajene, Sidrap.

“Tersangka Basir bersama barang bukti (BB) nya, sudah diamankan di Polsek Watang Pulu, Sidrap guna dimintai keterangan lebih lanjut,”ujar Kapolsek Zakaria. (Diah)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *